Pages

Minggu, 11 Maret 2012

DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI INDONESIA




 Seperti yang kita ketahui BBM atau Bahan Bakar Minyak merupakan salah satu komoditas yang sangat berpengaruh dalam perekonomian di negara kita, karena setiap kenaikan ataupun penurunan harga BBM akan mempengaruhi harga-harga lain yang berkaitan seperti, harga-harga bahan kebutuhan pokok,dll. Sejak negara kita beralih dari negara pengekspor minyak menjadi negara pengimpor minyak, yang disebabkan karena semakin berkurangnya tingkat produksi minyak di Indonesia kita harus selalu memikirkan solusi bagaimana cara mengatasi masalah bila terjadi inflasi akibat naiknya harga minyak dunia.

Biasanya faktor yang mempengaruhi naiknya harga BBM di Indonesia tidak lain karena naiknya harga minyak dunia yang disebabkan oleh ;
  • Berkurangnya jumlah produksi minyak yang disebabkan oleh negara produsen minyak
  • Jumlah permintaan yang terlalu banyak dari konsumen yang melebihi jumlah produksi yang dihasilkan
  • Kurangnya kemampuan OPEC dalam menstabilkan harga minyak dunia
  • Menipisnya jumlah persediaan minyak
  • Invasi Amerika Serikat ke Irak yang menyebabkan supply minyak mengalami penurunan
 Dan kini di tahun 2012 harga minyak dunia pun kembali naik, sehingga pemerintah tidak dapat menjual BBM dengan harga sama kepada masyarakat karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN untuk subsidi minyak menjadi lebih tinggi dan dapat memperburuk perekonomian di negara kita. Akibat dari faktor-faktor tersebut memaksa pemerintah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM, namun untuk mengatasi masalah melonjaknya kenaikan BBM setiap tahunnya dan untuk mengurangi keluhan masyarakat atas naiknya harga BBM pemerintah telah mengeluarkan kebijakan subsidi BBM. Subsid BBM adalah suatu kewajiban pemerintah untuk membayar kepada pertamina jika pendapatan yang diterima oleh pertamina sebagai penyedia BBM lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan. Kebijakan subsidi BBM sebenarnya dilakukan untuk mengurangi beban APBN yang berdampak langsung pada perkembangan perekonomian di negara kita.
Namun dengan kenaikan BBM yang diperkirakan sekitar Rp.1500/liter ditahun ini yang ditetapkan pemerintah akan memberikan dampak tekanan pada IHK (Indeks Harga Konsumen) sekitar 2,4 % dan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 %, sedangkan inflasi 6-7 % dari proyeksi 5,5 %.
Hal ini menimbulkan kontravensi dikalangan masyarakat, banyak protes dan ketidaksetujuan yang mereka sampaikan pada pemerintah, walaupun mereka telah dijanjikan akan mendapat dana subsidi dari pemerintah. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa secara langsung masyarakat lah yang merasakan bagaimana dampak pengaruh kenaikan BBM terhadap kesejahteraan hidupnya. Bagi mereka naiknya harga BBM menjadi mimpi buruk yang sangat mereka khawatirkan, karena  dengan naiknya harga BBM sudah pasti mempengaruhi harga-harga lain yang juga pasti naik, seperti harga kebutuhan pokok, kendaraan umum, dll.
Dan yang membuat hal ini menjadi kronis karena kenaikan BBM tidak diimbangi dengan jumlah pendapatan rata-rata masyarakat yang diperolehnya, khususnya golongan menengah kebawah. Jumlah pendapatan mereka yang sangat minimum membuat mereka tidak sanggup lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya apalagi ditengah melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok saat ini. Dan secara umum naiknya harga BBM dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kemiskinan dan pengangguran di negara kita, dan selain itu juga sudah dapat dipastikan sebagai negara yang masih berkembang pembangunan ekonomi di negara kita
akan terhambat.
Dan selain itu faktor yang membuat masyarakat kecewa terhadap kinerja pemerintah dalam menangani masalah kenaikan BBM saat ini, yang khususnya berdampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat adalah program pemberian dana subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat khususnya golongan menengah kebawah beberapa tahun ini nyatanya tidak berjalan efektif dan terkesan sia-sia bahkan membuat masyarakat sengsara dan perekonomian di Indonesia semakin parah. Pada dasarnya subsidi yang diberikan pemerintah ditujukan kepada masyarakat golongan menengah kebawah, namun nyatanya yang tejadi saat ini penyebaran dana subsidi tidak pernah tepat sasaran.
Dana yang seharusnya diberikan kepada masyarakat golongan menengah kebawah itu nyatanya lebih banyak diterima oleh golongan menengah keatas yang menyebabkan masyarakat menengah kebawah merasa dirugikan. Dan kini masyarakat menuntut penyelesaian yang lebih efektif dan efesien dibanding memberikan subsidi yang justru penyalurannya tidak pernah tepat sasaran, agar dampak kenaikan BBM tidak terlalu mengkhawatirkan dan membuat masyarakat khususnya golongan menengah kebawah menjadi lebih terpuruk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar